RIWAYAT KELIMA
Shalat Sunnah Rawatib Ashar
Berbeda dari Dhuhur yang punya enam rakaat sunnah rawatib (qabliyah 4 + ba’diyah 2), Ashar punya pola yang lebih sederhana: empat rakaat qabliyah saja, dan tidak ada ba’diyah. Tapi jangan dianggap remeh—empat rakaat qabliyah Ashar ini punya hadits yang sangat istimewa, yang banyak muslim tidak tahu.
Riwayat ini akan singkat—karena pola rawatib sudah dibahas detail di Jilid III Riwayat Kelima. Yang baru di sini: hadits keistimewaan qabliyah Ashar, dan strategi praktis melakukannya di tengah kelelahan sore.
Pola Rawatib Ashar — Sederhana Tapi Istimewa
Mari kita bandingkan dengan shalat-shalat lain yang punya rawatib:
| Shalat | Qabliyah | Ba’diyah | Status |
|---|---|---|---|
| Subuh | 2 rakaat | — | Mu’akkadah |
| Dhuhur | 4 rakaat (2+2) | 2 rakaat | Mu’akkadah |
| Ashar | 4 rakaat (2+2) | — | Ghairu mu’akkadah |
| Maghrib | — | 2 rakaat | Mu’akkadah |
| Isya | — | 2 rakaat | Mu’akkadah |
Yang menarik dari tabel ini:
• Ashar adalah satu-satunya shalat lima waktu yang tidak punya rawatib mu’akkadah (yang sangat ditekankan).
• Rawatib Ashar bersifat ghairu mu’akkadah—sunnah biasa, tidak ditekankan.
• Tapi dia tetap sunnah, tetap punya pahala besar, tetap dianjurkan.
• Dia juga sama pola dengan qabliyah Dhuhur: 4 rakaat dalam 2 salam.
Mengapa Ashar tidak punya rawatib mu’akkadah seperti shalat lain? Para ulama menjelaskan beberapa hikmah:
Pertama, Ashar adalah shalat “akhir hari kerja”. Banyak orang sudah lelah di waktu Ashar. Allah memberi keluasan—kalau tidak sanggup tambahan sunnah, cukup yang wajibnya saja. Tidak ada beban berat.
Kedua, Ashar punya peluang ibadah lain yang lebih khas: wirid sore setelah Ashar (yang akan kita bahas di Riwayat berikutnya). Pahala wirid petang ini bisa menggantikan dan bahkan melebihi pahala rawatib biasa.
Ketiga, status “ghairu mu’akkadah” tidak berarti “tidak penting”. Hanya berarti: kalau tidak dilakukan, tidak berdosa. Tapi kalau dilakukan, pahalanya luar biasa—dan ada hadits khusus yang menjamin doa Nabi untuk yang melakukannya.
Hadits Istimewa Tentang Qabliyah Ashar
Inilah hadits yang sangat penting tentang empat rakaat sebelum Ashar—yang sayang dilewatkan banyak muslim modern:
رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً صَلَّى قَبْلَ الْعَصْرِ أَرْبَعًا
“Semoga Allah merahmati orang yang shalat empat rakaat sebelum Ashar.”
— HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi (hasan) —
Doa Rasulullah ﷺ untuk yang shalat empat rakaat sebelum Ashar. Doa Nabi—yang Allah pasti kabulkan—adalah jaminan rahmat khusus.
Coba renungkan dalam-dalam. Untuk shalat-shalat sunnah lain, Nabi memberi pahala atau motivasi. Tapi untuk qabliyah Ashar, beliau secara khusus mendoakan: “Semoga Allah merahmati orang yang melakukannya.” Doa langsung dari Nabi. Tidak banyak ibadah yang mendapat “endorsement” sepersonal ini.
Mengapa Nabi mendoakan secara khusus? Para ulama menjelaskan: karena Nabi tahu, ini ibadah yang sulit. Tidak banyak yang akan melakukannya—karena kelelahan, kesibukan, atau ketidaktahuan. Maka beliau memberi semangat dengan doa khusus, supaya yang sanggup melakukannya merasa dihargai.
Tata Cara Qabliyah Ashar
Sama persis dengan qabliyah Dhuhur. Empat rakaat, dilakukan dalam dua kali salam (2-2), bukan langsung empat rakaat.
Ini sesuai dengan kaidah umum yang sudah kita pelajari di Jilid II dan III: shalat malam dan siang itu dua rakaat-dua rakaat.
Tata cara:
• Niat 2 rakaat qabliyah Ashar, takbir, dua rakaat seperti Subuh, salam.
• Lalu niat lagi 2 rakaat qabliyah Ashar kedua, takbir, dua rakaat lagi, salam.
• Total: 4 rakaat dalam 2 salam.
Lafal niat qabliyah Ashar:
| Arab | Latin | Terjemah |
|---|---|---|
| أُصَلِّي سُنَّةَ الْعَصْرِ رَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً لِلَّهِ تَعَالَى | Uṣallī sunnatal-‘aṣri rak’ataini qabliyyatan lillāhi ta’ālā | Aku shalat sunnah Ashar dua rakaat qabliyah karena Allah Ta’ala. |
Bacaan di dalamnya bebas—boleh surat apa saja yang kamu hafal. Yang dianjurkan: surat-surat sedang panjangnya. Untuk Ashar khususnya, beberapa ulama menganjurkan surat-surat yang berbicara tentang sore atau waktu (At-Tin, Al-‘Asr, Al-Lail) sebagai pengingat tematik.
Mengapa 4 Rakaat (Bukan 2)?
Pertanyaan yang sering muncul: kenapa qabliyah Ashar empat rakaat? Bukankah kebanyakan rawatib hanya dua rakaat?
Pola “4 rakaat qabliyah” hanya ada di Dhuhur dan Ashar—dua shalat siang. Untuk Subuh, Maghrib, dan Isya, qabliyah-nya hanya 2 rakaat (atau tidak ada qabliyah).
Para ulama menjelaskan hikmah: kedua shalat siang ini (Dhuhur dan Ashar) datang di waktu manusia paling sibuk. Empat rakaat qabliyah berfungsi sebagai “transisi penuh” dari aktivitas dunia ke ibadah. Lebih banyak rakaat = lebih banyak waktu untuk “settling in”—mengendapkan hati sebelum shalat wajib.
Untuk shalat lain yang waktunya lebih tenang (Subuh saat baru bangun, Maghrib saat sudah pulang, Isya saat sudah selesai), transisi tidak perlu sebanyak itu. Dua rakaat sudah cukup.
Pelajarannya: Allah merancang ibadah dengan sangat detail, sesuai konteks psikologis manusia. Bahkan jumlah rakaat sunnah punya alasan.
Praktik Modern — Tingkat Komitmen
Realitas: berapa muslim Indonesia yang benar-benar mengerjakan qabliyah Ashar empat rakaat? Sangat sedikit. Bahkan banyak yang tidak tahu ada sunnah ini.
Mengapa? Karena status “ghairu mu’akkadah” sering disalahartikan sebagai “opsional bahkan untuk yang serius beribadah”. Padahal arti sebenarnya: tidak berdosa kalau tidak melakukan, tapi pahalanya tetap besar kalau dilakukan.
Tingkat komitmen yang masuk akal untuk muslim modern:
Tingkat 1 — Minimal: Hanya Ashar wajib. Tidak ada sunnah. Ini batas paling rendah yang masih sah.
Tingkat 2 — Direkomendasikan: 2 rakaat qabliyah Ashar + Ashar wajib. Sebagian ulama menganggap 2 rakaat saja sudah mewakili sunnah qabliyah-nya. Tambahan waktu: 5 menit.
Tingkat 3 — Ideal: 4 rakaat qabliyah Ashar (dalam 2 salam) + Ashar wajib. Sesuai hadits keistimewaan. Mendapat doa Nabi “semoga Allah merahmatinya”. Tambahan waktu: 10 menit.
Tingkat 4 — Maksimal: Tingkat 3 + wirid sore (al-Ma’tsurat Petang) setelah Ashar. Total komitmen sore: 25-35 menit. Pahalanya tidak terhingga.
Untuk pemula, mulai dari Tingkat 2. Setelah konsisten 1-2 bulan, naik ke Tingkat 3. Setelah konsisten lagi, baru tambahkan wirid sore. Pelan-pelan, tapi pasti.
Strategi Mengamankan Qabliyah Ashar
Karena qabliyah Ashar paling sering dilewatkan dari semua rawatib, butuh strategi khusus untuk mengamankannya. Beberapa yang sudah terbukti efektif:
• Datang ke mushola/masjid 10-15 menit sebelum iqamah. Kalau adzan masih bunyi, ada banyak waktu untuk qabliyah.
• Set niat sebelumnya. Begitu adzan mulai, niat: “Aku akan qabliyah Ashar 4 rakaat sebelum jamaah dimulai.”
• Pilih tempat yang strategis. Kalau di mushola kantor, cari spot yang tidak terlalu di tengah—supaya bisa shalat sunnah tanpa terganggu orang lalu lalang.
• Untuk yang shalat di rumah: setelah wudhu, langsung berdiri qabliyah, jangan duduk dulu. Duduk biasanya berujung scrolling hp dan lupa shalat sunnah.
• Niatkan untuk “mendapat doa Nabi”. Motivasi spiritual ini lebih kuat daripada “sekadar menambah pahala”.