Paham Gerakan dan Makna Bacaan Sholat Wirid Sore — al-Ma'tsurat Petang

RIWAYAT KEENAM

Wirid Sore — al-Ma’tsurat Petang


Inilah Riwayat yang paling khas dan paling istimewa di Jilid IV. Karena di sini kita membahas sesuatu yang tidak ada di jilid-jilid lain: wirid sore. Dzikir petang. al-Ma’tsurat al-Masā’.

Mengapa Ashar yang mendapat “perlakuan istimewa” ini? Karena Ashar adalah pintu masuk menuju petang. Setelah Ashar dilakukan, sampai Maghrib tiba, ada jendela waktu khusus yang Allah berkahi. Di jendela inilah dzikir petang dibaca—untuk menjaga muslim dari Maghrib sampai Subuh besoknya.

Sayangnya, banyak muslim modern tidak tahu tentang wirid sore. Mereka shalat Ashar, lalu langsung pergi mengejar aktivitas berikutnya. Padahal di tempat shalat itu, ada peluang spiritual yang sangat besar yang sedang menunggu. Riwayat ini akan membuka peluang itu untukmu.

Apa Itu Wirid Sore?

Wirid sore (atau dzikir petang, dalam bahasa Arab disebut adzkār al-masā’) adalah serangkaian dzikir dan doa yang Rasulullah ﷺ ajarkan untuk dibaca di waktu sore—antara Ashar dan Maghrib.

Nabi ﷺ mengajarkan dua paket dzikir harian yang saling melengkapi:

Dzikir pagi (adzkār al-ṣabāḥ) — dibaca antara Subuh dan terbitnya matahari, atau sampai sebelum Dhuhur.

Dzikir petang (adzkār al-masā’) — dibaca antara Ashar dan Maghrib, atau sampai sebelum Isya.

Kedua paket ini berfungsi sebagai “perisai harian” seorang muslim. Yang membaca dzikir pagi terlindung sampai sore. Yang membaca dzikir petang terlindung sampai pagi. Bersama-sama, mereka menjaga kamu 24 jam.

Hadits-hadits keutamaan dzikir petang sangat banyak. Salah satu yang paling sering dikutip:

مَنْ قَالَ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ مِائَةَ مَرَّةٍ، لَمْ يَأْتِ أَحَدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ

“Barangsiapa membaca di pagi dan sore: ‘Subhānallāhi wa biḥamdih’ (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya) 100 kali, tidak akan ada yang datang di hari kiamat dengan amal yang lebih baik dari itu.”

— HR. Muslim —

Bayangkan: 100 kali “subhānallāhi wa biḥamdih” di sore = amal terbaik yang akan kamu bawa ke akhirat. Itu hanya sekitar 5-7 menit. Tidak ada deal yang lebih baik dari ini.

Mengapa Antara Ashar dan Maghrib?

Pertanyaan menarik: kenapa Nabi ﷺ memilih waktu antara Ashar dan Maghrib sebagai “jendela dzikir petang”? Mengapa bukan setelah Maghrib?

Ada beberapa hikmah yang dijelaskan para ulama:

Pertama, ini adalah waktu transisi kosmis. Malaikat siang sedang naik, malaikat malam sedang turun. Dzikir yang naik di momen ini disaksikan oleh dua kelompok malaikat sekaligus—pahalanya berlipat.

Kedua, ini adalah waktu yang “masih tenang” sebelum kesibukan malam dimulai. Setelah Maghrib, banyak yang langsung makan malam, ngobrol keluarga, atau aktivitas lain. Sebelum Maghrib—saat masih di mushola setelah Ashar—adalah peluang tenang yang sayang dilewatkan.

Ketiga, ini adalah jam mustajab harian. Allah berfirman tentang waktu-waktu khusus untuk berdzikir:

وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ

“Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu pada waktu petang dan pagi.”

— QS. Ghafir [40]: 55 —

Kata “al-‘asyiyy” (sore) dalam ayat ini, kata para mufassir, merujuk pada waktu antara matahari mulai menguning sampai terbenam—yaitu antara Ashar dan Maghrib. Inilah waktu yang Allah perintahkan untuk dzikir secara eksplisit.

Apa Saja Dzikir Petang Itu?

Dzikir petang yang Nabi ﷺ ajarkan sangat banyak. Para ulama mengumpulkannya dalam beberapa kompilasi terkenal. Yang paling masyhur di Indonesia adalah:

al-Ma’tsurat — disusun oleh Imam Hasan al-Banna (pendiri Ikhwanul Muslimin). Pilihan dzikir-dzikir paling shahih, dibagi jadi paket pagi dan paket petang.

Ḥiṣnul Muslim — disusun oleh Sa’id bin Ali al-Qahthani. Kompilasi yang lebih lengkap, mencakup berbagai dzikir untuk berbagai situasi (termasuk pagi-petang).

Dzikir pagi-petang dari kitab klasik — yang dikumpulkan dari berbagai hadits di Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan lainnya.

Inti dari semua kompilasi ini sama: dzikir-dzikir yang Nabi ajarkan untuk dibaca di pagi dan sore. Berikut beberapa yang paling penting (versi inti, bukan lengkap):

Inti Dzikir Petang — Paket Minimum

Untuk pemula, mulai dengan paket minimum berikut. Total waktu: 5-7 menit. Sudah cukup untuk mendapat “perisai” sampai pagi.

1. Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)

Sudah dibahas di Jilid II dan III. Dibaca sekali setelah dzikir basic. Janji: dia akan jadi salah satu sebab masuk surga (HR. An-Nasa’i).

2. Tiga Surat Perlindungan (Mu’awwidzat)

Yaitu Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Nas. Dibaca masing-masing 3 kali di pagi dan 3 kali di sore.

اقْرَأْ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي وَحِينَ تُصْبِحُ ثَلَاثًا، تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ

“Bacalah Qul huwallāhu ahad (Al-Ikhlas), dan al-mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) di pagi dan sore tiga kali, cukup untukmu dari segala sesuatu.”

— HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi —

“Cukup untukmu dari segala sesuatu”—janji dari Nabi bahwa tiga surat ini akan melindungimu dari semua keburukan. Hanya butuh 1 menit, tapi efeknya: cukup.

3. Dzikir “Subhānallāhi wa biḥamdih” 100 kali

Sudah dijelaskan di atas—“amal terbaik di hari kiamat”. Pakai tasbih atau hitung dengan jari. Sekitar 3-4 menit.

4. Dzikir Sayyidul Istighfar

“Tuannya istighfar”—versi tertinggi dari permohonan ampun. Rasulullah ﷺ bersabda: yang membacanya di pagi atau sore dengan yakin, lalu meninggal sebelum esok hari atau Maghrib—dia akan masuk surga.

ArabLatinTerjemah
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَAllāhumma anta rabbī lā ilāha illā anta khalaqtanī wa anā ‘abduka wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa’dika mas-taṭa’tu a’ūdzu bika min syarri mā ṣana’tu abū’u laka bi-ni’matika ‘alayya wa abū’u bi-dzanbī faghfir lī fa-innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā antYa Allah, Engkau Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau menciptakanku, aku hamba-Mu. Aku berada di atas perjanjian dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung dari keburukan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Maka ampuni aku, sungguh tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

Dibaca sekali di sore. Sudah cukup.

Dzikir Petang Lainnya (Untuk yang Mau Lebih Lengkap)

Untuk yang mau lebih dari paket minimum, ada beberapa dzikir tambahan yang sangat dianjurkan:

Dzikir perlindungan: “A’ūdzu bi-kalimātillāhit-tāmmāti min syarri mā khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa yang Dia ciptakan), dibaca 3 kali.

Janjinya: yang membaca ini di sore, tidak akan ada bahaya yang menimpanya sampai pagi (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi).

Doa keamanan dunia dan akhirat:

ArabLatinTerjemah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِAllāhumma innī as’alukal-‘afwa wal-‘āfiyata fid-dunya wal-ākhirahYa Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan akhirat.

Dzikir penyerahan diri: “Ḥasbiyallāhu lā ilāha illā huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘aẓīm” (Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. Dialah Tuhan ‘Arsy yang agung), dibaca 7 kali di pagi dan sore.

Janjinya: Allah akan mencukupi semua urusannya, baik dunia maupun akhirat (HR. Abu Dawud).

Banyak lagi dzikir petang yang sayang dilewatkan. Untuk yang serius, beli buku “Hisnul Muslim” atau “al-Ma’tsurat” yang tersedia banyak di toko buku islami—harganya murah, tapi isinya tak terhingga.

Praktik Modern — Memulai Tradisi Sore

Untuk muslim modern yang baru mau memulai tradisi wirid sore, berikut roadmap praktis:

Minggu 1-2: Mulai dengan paket minimum (ayat Kursi + 3 surat perlindungan + Subhānallāhi wa biḥamdih 100x + sayyidul istighfar). Total 5-7 menit. Lakukan setelah Ashar di tempat shalat, sebelum pergi.

Minggu 3-4: Tambahkan dzikir perlindungan “A’ūdzu bi-kalimātillāh” 3 kali dan dzikir keamanan dunia-akhirat. Total naik jadi 8-10 menit.

Bulan kedua: Beli buku al-Ma’tsurat atau Hisnul Muslim. Mulai ikuti urutan lengkap yang tersusun rapi. Total 15-20 menit.

Bulan ketiga dan seterusnya: Konsisten dengan paket lengkap. Tambahkan dzikir pagi juga—paket lengkap pagi dan sore akan jadi “perisai harian”-mu yang utuh.

Penting: jangan menunggu “sempurna” untuk mulai. Mulai dengan minimum, tambahkan pelan-pelan. Yang Allah cintai adalah amal yang konsisten, walaupun sedikit.

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amal yang paling dicintai Allah adalah yang paling konsisten, walaupun sedikit.”

— HR. Bukhari & Muslim —

Penutup — Pintu Petang yang Allah Sediakan

Sebelum kita tutup Riwayat ini, izinkan aku tinggalkan refleksi terakhir.

Ashar adalah ujian akhir hari. Dia menguji apakah kamu masih punya tenaga untuk berhenti di tengah kelelahan sore. Tapi setelah ujian itu lulus, Allah menyediakan hadiah: jendela petang.

Jendela ini sangat berharga. 1-2 jam antara Ashar dan Maghrib, di mana langit perlahan berubah warna, di mana dunia mulai melambat, di mana hati paling siap untuk berdzikir.

Di banyak peradaban kuno—termasuk peradaban muslim klasik—waktu sore ini dianggap waktu “sakral”. Penyair Arab kuno banyak menulis tentang “al-‘asyiyy” (sore). Para sufi memilih waktu ini untuk dzikir. Para ulama klasik tidak menerima tamu dari Ashar sampai Maghrib karena ini waktu khusus untuk Allah.

Sekarang, di abad modern, sore kita sering hanya jadi “jam macet pulang kerja” atau “jam scroll medsos”. Padahal warisan spiritual untuk waktu ini sangat kaya. Wirid sore adalah cara kita meraih kembali warisan itu.

Mulai sore ini, atau sore besok, atau sore minggu depan—kapanpun kamu siap—mulailah membaca wirid petang. Tidak perlu sempurna. Tidak perlu lengkap. Mulai dengan ayat Kursi saja kalau itu yang kamu sanggup. Atau sebatang dzikir “Subhānallāhi wa biḥamdih” 100 kali.

Yang penting: buka pintu petang itu. Sekali kamu mulai, kamu akan merasakan sesuatu yang berbeda. Sore-soremu tidak akan sama lagi. Hari-harimu akan terasa lebih utuh—diawali dengan dzikir pagi, ditutup dengan dzikir sore. Itulah hari yang Allah cintai.