Paham Gerakan dan Makna Bacaan Sholat Tentang Buku

Kata Pengantar

Sebuah Salam Pembuka untuk Kamu yang Sedang Menempuh


وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ

“Dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”

— QS. Al-‘Ankabut [29]: 45 —

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Ada satu pertanyaan yang—kalau kamu renungi baik-baik—terasa lebih besar dari ukurannya. Pertanyaan itu sederhana: kalau hari ini Allah memanggilmu, sudahkah kamu tahu cara menjawab-Nya?

Shalat adalah jawaban itu. Lima kali sehari, Sang Pencipta langit dan bumi, Yang menurunkan rezekimu tanpa pernah kamu minta lebih dahulu, Yang mendetakkan jantungmu di setiap detik tidurmu—Dia memanggil. Bukan karena Dia membutuhkanmu, tapi karena kamu yang membutuhkan-Nya, lebih dari yang pernah kamu sadari.


Kepada Siapa Buku Ini Ditulis

Buku ini ditulis terutama untuk tiga jenis pembaca.

Pertama, untuk kamu yang baru saja mengucap dua kalimat syahadat. Selamat datang di rumah ini—rumah yang sejak awal memang milikmu, hanya saja jalannya baru kamu temukan sekarang. Di tanganmu kini ada buku yang akan memandu langkah-langkah pertama dalam menegakkan tiang agama. Tak perlu malu pada apa yang belum kamu tahu. Setiap orang bermula dari nol; bahkan para sahabat Nabi ﷺ pun pernah berada di posisi yang sama denganmu hari ini.

Kedua, untuk kamu yang lahir dari rahim seorang muslimah dan dibesarkan di lingkungan muslim, tapi selama ini shalat hanya kamu kerjakan tanpa benar-benar kamu pahami. Kamu tahu gerakannya, tapi tak yakin bacaannya. Kamu hafal urutannya, tapi tak paham kenapa demikian. Buku ini adalah teman duduk untuk meninjau ulang—agar shalat yang sudah lama kamu kerjakan sekarang menjadi shalat yang kamu cintai.

Ketiga, untuk kamu yang ingin mengajarkan shalat kepada orang lain—anakmu, adikmu, sahabatmu yang baru berhijrah, tetangga yang bertanya, atau siapa saja. Buku ini disusun supaya mudah kamu bagikan, mudah kamu jelaskan, dan—insya Allah—mudah pula dipahami oleh yang menerimanya.


Mengapa Buku Ini Perlu Ada

Bukan karena tak ada buku panduan shalat lainnya. Justru jutaan halaman sudah ditulis para ulama tentang tema ini—dari Imam Syafi‘i, Imam Nawawi, sampai ulama-ulama Nusantara yang karyanya menjadi rujukan pesantren-pesantren kita. Buku ini tidak ingin menggantikan mereka. Buku ini hanya ingin menjadi gerbang—gerbang yang ramah bagi yang baru datang.

Sebab di zaman ini, persoalan-persoalan baru bermunculan. Bagaimana shalat di pesawat lintas benua? Bagaimana wudhu di kamar mandi kantor yang penuh? Bagaimana jamak-qashar buat pekerja yang pulang menjelang Maghrib tapi baru tiba di rumah selepas Isya? Bagaimana shalat saat menyetir sendirian di tengah hujan deras dan kemacetan total? Pertanyaan-pertanyaan ini tidak banyak dijawab di kitab-kitab klasik—bukan karena ulama dahulu lalai, tapi karena zamannya memang belum sampai ke sana.

Buku ini hadir dengan satu kaki di tradisi para ulama, dan satu kaki lagi di kenyataan hari ini. Tidak meninggalkan akar, tidak juga mengabaikan ranting yang sedang tumbuh.


Tentang Cara Pandang dalam Buku Ini

Buku ini disusun dengan rujukan utama mazhab Syafi‘i—mazhab yang paling banyak dianut di Nusantara, mazhab yang lewat lisan dan tulisan para wali, ulama, dan kiai telah membentuk wajah keislaman bangsa ini sejak ratusan tahun lalu.

Namun di sini-sana, akan kamu temukan juga sentuhan dari mazhab lain—Hanafi, Maliki, Hambali. Bukan untuk membingungkanmu, tapi untuk dua hal: pertama, supaya kamu tahu bahwa Islam ini lapang. Kedua, supaya kamu tidak mudah menyalahkan saudara muslim lain yang shalatnya tampak sedikit berbeda darimu.

Sebab ada saudara kita yang qunut di Subuh dan ada yang tidak. Ada yang bersedekap di dada dan ada yang di pusar. Ada yang menggerakkan jari saat tasyahud dan ada yang tidak. Semuanya punya dalil. Semuanya punya guru. Yang penting kita tahu: yang mereka lakukan bukanlah bid‘ah, dan yang kita lakukan bukanlah satu-satunya kebenaran.

Kalau shalatmu sudah tegak menurut satu mazhab, syukurilah. Lapangkan dada untuk yang berbeda. Perbedaan dalam masalah-masalah seperti ini sudah ada sejak zaman para sahabat sendiri—dan Nabi ﷺ tidak menyalahkan satu pun dari mereka.


Tentang Tujuh Jilid Ini

Buku ini terdiri dari tujuh jilid yang saling melengkapi:

Jilid I — Bersuci: Gerbang Menuju Perjumpaan

Jilid II — Subuh: Perjumpaan di Batas Malam dan Siang

Jilid III — Dhuhur: Berhenti di Tengah Kesibukan

Jilid IV — Ashar: Shalat di Tengah Pertanda

Jilid V — Maghrib: Shalat yang Dikejar Waktu

Jilid VI — Isya: Penutup yang Memeluk Malam

Jilid VII — Shalat Sunnah dan Persoalan Modern

Pengantar terhadap shalat secara umum—kenapa kita shalat, kenapa lima waktu, bagaimana sejarahnya—akan kamu temukan di Jilid I. Cukup di sana saja, supaya setiap jilid berikutnya bisa langsung menyentuh inti pembahasannya.

Kamu akan menemukan beberapa pengulangan antar jilid—terutama untuk dasar-dasar penting seperti syarat sah shalat atau tata cara wudhu. Itu disengaja. Buku ini ditulis supaya setiap jilidnya bisa berdiri sendiri; supaya kamu yang sedang ingin belajar shalat Maghrib tak perlu membolak-balik ke jilid lain hanya untuk mengingat dasar yang sudah dibaca pekan lalu. Pengulangan, dalam belajar, adalah ibu dari pemahaman.


Beberapa Istilah dalam Buku Ini

Untuk membuat buku ini terasa hangat dan tidak seperti buku pelajaran sekolah, beberapa istilah disusun ulang:

Riwayat — bagian besar pembahasan (pengganti istilah “Bab”).

Catatan — pembahasan-pembahasan kecil di dalam Riwayat.

Singgah Sebentar — jeda berisi kisah, hikmah, atau renungan pendek.

Bekal Praktis — tips lapangan yang langsung bisa kamu pakai.

Salah Kaprah — meluruskan kekeliruan-kekeliruan umum.

Tiap kotak ini punya warna dan bentuknya sendiri—kamu akan mengenalinya dengan mudah saat membaca.


Permohonan dan Doa

Penyusun buku ini bukanlah ulama. Bukan juga ahli fiqih. Hanyalah seorang hamba yang—seperti kamu—masih belajar berdiri tegak di hadapan Rabb-nya lima kali sehari, dan masih sering jatuh-bangun di antara ketegakannya.

Kalau di buku ini kamu temukan kebenaran, ketahuilah ia datang dari Allah dan dari para guru yang ilmunya kami nukil. Kalau kamu temukan kesalahan, ketahuilah ia datang dari kelemahan kami dan dari bisikan setan yang dilaknat-Nya. Kepada para pembaca yang lebih berilmu, kami memohon koreksi dengan pintu terbuka—buku ini ditulis bukan untuk mengajari, tapi untuk berbagi langkah.

Kepada Allah kami memohon: jadikanlah buku ini bermanfaat. Jadikanlah ia jalan bagi siapa pun yang membacanya untuk lebih dekat kepada-Mu. Jadikanlah ia, kelak di hari ketika tak ada lagi yang bisa diandalkan selain amal—jadikanlah ia salah satu hujjah yang membuat kami pantas menatap wajah-Mu.

Kepada Rasulullah ﷺ kami sampaikan shalawat dan salam. Dialah yang mengajarkan shalat ini kepada umatnya. Dialah teladan yang setiap gerakannya bermakna, setiap bacaannya berbobot, setiap khusyuk-nya menjadi cermin yang mengembalikan kita pada kemanusiaan kita yang paling murni.

Selamat menempuh. Semoga setiap halaman buku ini menjadi anak tangga, dan semoga Allah berkenan menerima setiap shalat yang kamu dirikan setelahnya.


Ditulis dengan banyak harap pada Allah,

Penyusun